Air di Bumi tidak pernah benar-benar habis, cuma berpindah tempat dan berubah bentuk. Laut menguap, uap naik ke atmosfer, mengembun jadi awan, lalu jatuh sebagai hujan. Sebagian meresap ke tanah, sebagian mengalir di permukaan menuju sungai, dan sisanya kembali lagi ke laut.
Yang sering terlupakan adalah bagian meresapnya. Di lereng Gunung Ungaran, air hujan yang masuk ke celah batuan vulkanik butuh waktu bertahun-tahun sebelum keluar lagi jadi mata air. Jadi mata air yang kita lihat hari ini sebenarnya menyimpan hujan dari beberapa tahun lalu.
Itu sebabnya kerusakan di hulu tidak langsung terasa. Ketika lereng dipenuhi bangunan atau kebun tanpa pohon pelindung, air meresap makin sedikit. Efeknya baru muncul belakangan, saat debit mata air mulai turun dan sumur warga ikut kering.