In development by Twizz Code
Lewati ke konten utama

Hidrosfer dan Siklus Hidrologi

Semua materi
MateriMateri 1 dari 6

Hidrosfer dan Siklus Hidrologi

25 menitTingkat Dasar

Video belum diisi

Ganti nilai youtubeId pada data materi dengan ID video YouTube.

Air di Bumi tidak pernah benar-benar habis, cuma berpindah tempat dan berubah bentuk. Laut menguap, uap naik ke atmosfer, mengembun jadi awan, lalu jatuh sebagai hujan. Sebagian meresap ke tanah, sebagian mengalir di permukaan menuju sungai, dan sisanya kembali lagi ke laut.

Yang sering terlupakan adalah bagian meresapnya. Di lereng Gunung Ungaran, air hujan yang masuk ke celah batuan vulkanik butuh waktu bertahun-tahun sebelum keluar lagi jadi mata air. Jadi mata air yang kita lihat hari ini sebenarnya menyimpan hujan dari beberapa tahun lalu.

Itu sebabnya kerusakan di hulu tidak langsung terasa. Ketika lereng dipenuhi bangunan atau kebun tanpa pohon pelindung, air meresap makin sedikit. Efeknya baru muncul belakangan, saat debit mata air mulai turun dan sumur warga ikut kering.

Poin yang perlu diingat

  • Siklus hidrologi itu satu lingkaran utuh: evaporasi, kondensasi, presipitasi, lalu kembali lagi.
  • Mata air menyimpan hujan dari tahun-tahun sebelumnya, bukan hujan yang turun kemarin.
  • Daerah resapan di hulu menentukan apakah mata air tetap mengalir saat kemarau.