Konservasi air sering dianggap cuma soal menanam pohon. Padahal pendekatannya berbeda tergantung posisi kita di daerah aliran sungai. Di hulu, yang dijaga adalah kemampuan tanah menyerap air. Di tengah, yang dijaga adalah kualitas air dan aliran sungai. Di hilir, yang dijaga adalah pemakaian air dan pengolahan limbah.
Untuk menghitung kebutuhan pohon, kita perlu tahu dulu luas area resapan dan berapa banyak air yang ingin disimpan. Satu pohon dewasa dengan tajuk lebar bisa membantu menahan air hujan di tanah sekitarnya, tapi angkanya sangat bergantung jenis pohon, kemiringan lereng, dan jenis tanahnya.
Yang penting dipahami: konservasi bukan proyek sekali jadi. Pohon yang ditanam hari ini baru memberi hasil nyata setelah beberapa tahun. Artinya, program konservasi butuh kesabaran dan perawatan jangka panjang, bukan cuma seremoni penanaman.