Menguji kualitas air tidak selalu butuh laboratorium. Dengan kertas lakmus, termometer, dan gelas bening, kamu sudah bisa mencatat tiga hal penting: pH, suhu, dan kejernihan air.
Celupkan kertas lakmus ke sampel air, lalu bandingkan warnanya dengan tabel indikator. Catat suhu air segera setelah diambil, karena suhu akan berubah kalau dibiarkan terlalu lama di udara terbuka. Untuk kejernihan, isi gelas bening dan lihat apakah ada endapan atau partikel yang mengambang.
Hasil pengukuran sederhana ini tidak bisa memastikan air layak minum, karena tidak mendeteksi bakteri atau logam berat. Tapi cukup untuk memantau apakah ada perubahan kualitas dari waktu ke waktu, dan itu sudah berguna untuk laporan pemantauan rutin.